Cara Baik Mencuci Mobil

Mencuci Mobil sepertinya adalah kegiatan yang cukup mudah. Apalagi mencuci mobil sambil melihat anak-anak bermain air bisa menjadi rekreasi tersendiri bagi Anda yang sudah sangat penat dengan aktivitas sehari-hari.

Namun kegiatan yang menyenangkan dan tampaknya mudah ini dapat menjadi awal sebuah masalah manakala Anda mendapati cat mobil Anda tampak tergores di sana-sini atau istilah yang biasa dipakai adalah “baret-baret.”

Pada edisi ini kami coba untuk memberikan tips tentang cara Cara Baik Mencuci Mobil. Hal yang perlu diperhatikan adalah:

  • Sebelum mobil diguyur dengan air, bersihkan dulu dengan bulu ayam / kemoceng walaupun tidak berdebu, karena partikel debu dapat menyebabkan gores pada bodi mobil.
  • Lakukan pekerjaan mencuci mobil pada jam-jam dibawah jam 8 pagi atau di atas jam 5 sore untuk menghindari terik sinar matahari. Ingat ! Mobil dalam keadaan basah jangan sampai kena sinar matahari, karena titik-titik air tersebut bersifat seperti kaca pembesar yang dapat merusak/membakar cat mobil.
  • Apabila terpaksa mencuci mobil di malam hari, lap-lah mobil sampai benar-benar kering, kemudian seluruh pintu mobil dibuka kemudian ditutup dengan agak keras berulang-ulang agar air yang masih berada di celah-celah dapat turun dan tidak mengendap di mobil yang dapat mengakibatkan karat.
  • Gunakan shampoo khusus mobil untuk menghilangkan minyak dari sisa pembakaran kendaraan lain yang mengandung minyak. Karena pada saat mobil berada di jalan ada banyak asap kendaraan dari kendaraan lain seperti solar, motor 2 tak, dll.
  • Apabila tidak ada shampoo khusus mobil, gunakan shampoo rambut yang tidak mengandung detergen, caranya tuangkan shampoo rambut tsb keatas spons khusus mobil.

Semoga Tips ini dapat bermanfaat bagi Anda. Selamat Mencoba!!

Sumber: http://www.arthazone.com/feature_detail.php?aid=333
Disadur dari Sumber: oto.co.id Simulasi Aplikasi Online

Cek Karburator yuk, sebelum..

Karburator perlu penyetelan dan perawatan secara berkala. Terutama jika dirasakan mobil sudah menunjukkan gejala tak normal. Padahal, jika bisa mendeteksi kerusakan awal dengan baik, perawatan mudah saja dilakukan dengan tepat sasaran.

Ada dua hal yang menjadi indicator karburator bermasalah, tandanya ketika tarikan ngempos dan bensin jadi boros. Setelan yang nggak beres tercium dari asap knalpot yang menyengat. Kemungkinan setelan angin tidak pas. Perlu disetel, pada putaran stationer, putar sekrup angina searah jarum jam (menutup) hingga putaran menurun, lalu putar kebalikan hingga stationer tertinggi dan paling rata dicapai.

Kalau ngempos atau kurang bertenaga karena spuyer tidak pas. Bisa karena kekecilan atau kebesaran, kenapa bisa berubah? Maklum banyak yang melakukan pembesaran atau pengecilan spuyer oleh pemilik kendaraan. Kondisi loyo juga diakibatkan slang vakum terlepas/bocor atau sobek. Karena pada jenis karburator dengan skep ganda, penggerak skepnya pakai vakum. Ketika diinjak, putaran mesin lambat naik karena skepnya tak terbuka.

Hal sama terjadi juga ketika slang vakum menuju advance governor di distributor bocor. Mobil ngempos di putaran atas karena waktu pengapian tak bisa dimajukan oleh advance governor. Ini buat mobil yang masih menggunakan distributor.

Pada bebarapa mobil, tedapat slang dari karburator menuju ke intake manifold, digunakan untuk menggerakan solenoide untuk skep kedua atau idle-up AC atau keperluan lain. Ini kerap lepas, sehingga mesin pun ‘pincang’ alias putaran mesin tidak rata

Tak hanya slang vakum copot, walaupun rapi terpasang jika permukaan karburator yang menempel pada intake manifold bergelombang juga bikin mesin males idle. Jadi perlu diratakan dulu.

Kondisi lain dapat dilihat dari knalpot yang hitam artinya mesin boros bahan baker (campuran terlalu kaya bensin) penyebabnya seperti hal-hal yang diatas tadi. Hal serupa juga berlaku pada karburator SU (skinners Union) Model dengan venture variable (menggunakan piston) ini sangat erat hubungannya dengan slang vakum yang terhubung dengan solenoide pengatur bukaan skep. Jika slang robek, bikin tarikan kurang daya spontanistasnya. Penyakit juga bisa muncul dari peranti di dalam karburator, bisa dengan carburetor repair kit, ganti seluruh isinya yang bisa kemungkinan beres semuanya.

Kondisi Mesin Kunci Hemat Bensin

Langkah apapun yang dilakukan buat menghemat bahan bakar, seperti menambah alat penghemat ataupun melatih cara mengemudi, akan mubazir bila kondisi mesin mobil tidak fit. Kondisi mesin tidak normal justru membuat konsumsi bahan bakar meningkat. Parah kan?

Nah, sebelum memutuskan untuk berhemat bahan bakar, sebaiknya periksa kondisi mesin mobil terlebih dulu. Tak selamanya mobil yang dapat berjalan normal memiliki setelan yang tepat dan punya performa maksimal.

Tak perlu pusing membongkar mesin buat tahu kondisi mesin. Cukup lakukan tes emisi gas buang. Alat tes ini akan membaca kondisi mesin melalui asap hasil sisa pembakaran mesin dan mengeluarkan print out analisa.

Tak perlu juga jadi mekanik andal buat mengerti hasil analisa gas buang ini. Berikut, beberapa variabel pengukuran yang bisa menjadi acuan buat membaca hasil analisa tersebut.

CO (karbon monoksida) menunjukkan efisiensi pembakaran di dalam silinder. Pembakaran mesin injeksi yang efisien berkisar antara 0,2-1,5% dengan toleransi 0,5%. Sedangkan karburator 1-3,5% dengan toleransi 1-2%. Jika ternyata angka CO di luar ideal, artinya perlu dilakukan beberapa pemeriksaan. Kemungkinan bisa beragam, mulai dari karburator/injektor/filter udara kotor, choke karburator menutup, intake manifold/inlet kepla silinder kotor, hingga sampai kebocoran kompresi dari klep

CO2 (karbondioksida) menunjukkan hasil pembakaran di dalam mesin. Angka idealnya harus diatas 12%. Semakin tinggi nilainya, makin baik pembakaran yang terjadi. Artinya, energi yang dibakar pun makin banyak. Bila nilai CO2 di bawah 12%, artinya campuran bahan bakar dengan udara kurang tepat atau ruang bakar yang kotor.

HC (hidrokarbon)
Mengindikasikan sisa bensin yang terbuang bersama asap knalpot. Nilai idealnya tak boleh melebihi 300 ppm. Bila melenceng dari nilai ini dapat berakibat tenaga loyo dan boros bensin. Periksa kompresi di ruang bahan bakar dan sistem pengapian

O2 (oksigen) yang terlalu banyak keluar dari sisa gas buang menandakan proses pembakaran di mesin tak efeisien. Nilainya tak boleh lebih dari 2%. Jika kelebihan, berarti ada kebocoran di sistem gas buang atau setelan bahan bakar terlalu irit. Semakin dekat nilai O2 ke angka 0, maka semakin baik proses pembakaran yang terjadi

Lambda berkaitan dengan perbandingan antara campuran udara dan bahan bakar yang terbuang lewat asap knalpot. Nilai idealnya 1. Jika lebih besar dari 1,1 berarti bahan bakar terlalu irit. Sedangkan saat kurang dari 0,95, bahan bakar boros. Kurang dari 0,85, bahan bakar terlalu boros.

Pertolongan Pertama Pada Kepanasan

Waduh, gimana nih! Jarum temperatur deket-deket dengan huruf (hot)? Kalau Anda mengalami kejadian mesin demam, jangan panik dulu. Asalkan sebelumnya Anda membekali diri dengan P3K alias Pertolongan Pertama Pada Kepanasan.

Beruntung buat pemilik mobil berindikator model jarum, karena bisa melihat kondisi suhu. Naik sedikit saja bisa terpantau. Nah, dari situ bisa dilakukan beberapa langkah pencegahan supaya mesin tidak jebol.

Namun kalau tidak ada, bisa dirasakan dari perilaku mesin. Seperti tiba-tiba tenaga jadi melemah, ngelitik dan suara mesin menjadi super kasar, itu gejalanya mesin yang lagi overheat. Saat gejala sudah terdeteksi, langsung ambil langkah pencegahan. Pertama adalah matikan AC, hal ini untuk mengurangi beban mesin.
Khusus untuk mesin berpengerak belakang yang masih pakai kipas visco atau ‘kipas mati’, bisa menaikkan putaran mesin sedikit. Tentu saja dilakukan pada posisi gigi netral atau menginjak pedal kopling. Tujuannya biar kipas mengembus lebih kencang dan aliran air lebih cepat (pompa air berputar mengikuti kipas pendingin radiator)

Jaga jarak dengan mobil depan, jangan terlalu sering mengerem. Karena booster rem juga memberi beban buat mesin. Beberapa cara ini bakal menghambat suhu merambat lebih tinggi. Akan tetapi jika garis sudah mendekati garis merah atau kalau lampu suhu merah sudah menyala, sebaiknya segera menepi. Usahakan berhenti di tempat yang agak lega. Segera matikan mesin dan buka kapnya untuk melancarkan pembuangan hawa panas.

Ingat, jangan sekali-kali mencoba membuka tutup radiator saat mesin masih panas! Sebab akan menyebabkan air dan uap bertekanan tinggi langsung menyembur ke luar. Sambil menunggu mesin dingin, Anda bisa melihat apakah ada kebocoran pada sistem pendingin. Cek radiator, slang dan klemnya, sampai pompa air.Tidak ada kebocoran? Coba periksa bagian lain. Misalnya, kipas pendingin elektrik tak mau bergerak. Cara mengeceknya, putar kontak pada posisi ‘on’, kipas harus hidup (karena kondisi msin sudah panas). Jika enggan berputar, kerusakan bisa terjadi pada kipas itu sendiri, atau relay, sekering dan thermoswitchnya.

Bila tidak ada kebocoran, berarti mobil bisa diajak jalan kembali. Syaratnya, mesin harus sudah dingin. Kalau Anda bisa mendapatkan air, siram bagian atas radiator dengan air, biar proses pendinginan lebih cepat. Bagian yang paling panas adalah cover radiator.
Sebelum jalan kembali, coba periksa isi air radiator. Buka tutupnya setelah didiamkan sekitar 15 menit. Pakai kain basah untuk memegang tutup dan mencegah semburan mengenai tubuh. Perlahan-lahan, buka tutup radiator satu step. Putar tutup 90 derajat berlawanan arah jarum jam untuk melepas uap bertekanan. Pada posisi ini, tutup belum bisa dicabut, tetapi sudah kendur. Setelah uap keluar, lanjutkan step kedua untuk mengangkat tutup

Tinggal mengisi air radiator. Nyalakan mesin saat mengisi air supaya tetap bersirkulasi. Hal ini dimaksud mencegah air dingin bikin retak blok mesin yang masih panas. Dengan mesin sudah dingin, mobil bisa dijalankan menuju bengkel terdekat. Jalankan perlahan, sambil tetap memperhatikan mesin. Kalau suhu kembali naik, segera menepi lagi, dan lakukan hal seperti semula. Tetap jangan panik ya!!

Berkendara Dalam Guyuran Hujan

Untuk mengantisipasi hujan yang datang tidak menentu, (disebabkan negara kita terletak di garis ekuator sehingga hujan dapat turun kapan saja diluar predikasi bulan Oktober sampai mei)berikut adalah tip ketika sedang mengendarai mobil :

  • Mengurangi Kecepatan
    Terlebih bila hujan turun dengan deras, jarak pandang yang terbatas dan jalanan yang licin akan lebih berbahaya. Melibas genangan air dengan kecepatan tinggi, misalnya, akan beresiko kehilangan kendali. Atau bisa saja mesin mati akibat terciprat air, sehingga melaju pada kecepatn rendah akan lebih aman. Terlebih jika harus berhenti mendadak karena jarak henti pengereman pada jalan basah dua hingga tiga kali lebih panjang dibandingkan pada jalan kering.
  • Melaju di Lajur Tengah
    Untuk menghindari genangan air di sisi-sisi jalan, lebih aman kalau melaju di tengah lajur.
  • Setel Radio
    Pilih stasiun radio yang menyaikan pantauan kondisi cuaca dan lalu lintas disekitar area berkendara, sehingga Anda bisa mencari jalur alternatif yang aman
  • Rawat Mobil
    Dalam kondisi hujan lebat, menghidupkan lampu utama mobil adalah tindakan yang tepat agar pengendara lain dapat melihat mobil Anda, sekaligus memperjelas daya pandang Anda sendiri sebagai pengemudi. Oleh karena itu periksalah selalu kondisi lampu utama, lampu rem dan lampu belok agar bekerja sempurna. Periksa pula kondisi ban, tekanan angin dan kondisi tapaknya. Mengendarai mobil dengan ban yang kurang atau kelebihan tekanan angin sangat berbahaya saat hujan. Pastikan juga kondisi wiper masih bagus. Secara berkala bersihkan kaca jendela depan dan jendela lainnya dari dalam maupun dari luar agar bersih sempurna.
  • Jangan Ragu Untuk Menepi dan Berhenti
    Bila jarak pandang semakin pendek, tidak perlu ragu untuk menepi di tempat yang aman hingga hujan mereda. Hindarkan memarkir mobil dibahu jalan untuk menghindari kecelakaan dan hidupkan terus lampu hazard

Bila mobil tergelincir, jangan panik dengan menekan pedal rem keras-keras untuk menghentikan mobil yang tidak terkontrol. Sebaliknya, tekan pedal rem pelan tapi pasti, dan arahkan kemudi kemanapun mobil bergerak. Jika sudah terkendali, baru arahkan mobil ke jalur semula. Bagi mobil yang dilengkapi ABS (anti breaking system), justru pengemudi harus menekan pedal rem secara kuat, terus menerus dan tidak perlu dipompa.

Selamat menikmati hujan sambil berkendara.